21 January 2011

Defendant in rape case facing 15 years jail



Press Release

Period:            January 2011

Edition:          20 January 2011

Defendant in rape case facing 15 years jail

On 13 January 2011 the Dili District Court tried Case No. 244/C.ord/2011/TDD relating to sexual assault.  The defendant ADS was charged with committing the aforementioned crime against the victim CDP on 20 June 2009.

The trial was presided over by a panel of judges comprising João Ribeiro, SH,  João Felgar, SH and Antonio Fonseca SH. The Prosecution was represented by Hipolito Exposto, SH and the Public Defenders Office was represented by Marcia Sarmento.

The Executive Director of JSMP commented that “rape is quite prevalent in our society. Therefore, in relation to this trial, I ask the court to decide the matter in accordance with the law. Moreover, I ask the public prosecutor to do everything possible to reveal all the relevant facts and present sufficient evidence to establish a strong case”.

According to testimony given to the court, the incident in question occurred on 20 June 2009 when the defendant (a friend of the victim’s brother) went to stay at the house of the victim at approximately 10 or 11 pm.  The victim was sound asleep when the defendant entered her room and raped her.  The victim testified that when the incident occurred she tried to scream, but she was unable to do so because the defendant bit her mouth and was holding her down with great force.

When the judge read out the prosecutor’s indictment the defendant completely denied all of the charges and said that the charges were untrue. In addition to hearing testimony from the defendant and the victim, the court also heard testimony from two witnesses.

The public prosecutor charged the defendant under Article 172 of the Timor Leste Penal Code relating to rape.

In his final recommendation the public prosecutor insisted that the defendant should be found guilty for violating Article 172 of the Penal Code, because after hearing testimony from the defendant, victim and witnesses the prosecutor was certain that there was sufficient evidence to find the defendant guilty of raping the victim.

After hearing the final recommendation of sentence from the prosecutor, the court gave an opportunity to the defence to respond.  The public defender rejected all of the charges because the public prosecutor was not able to produce strong evidence. Therefore she asked the court to acquit the defendant.

The court will deliver its final decision on 28/01/11 at 2pm.

For more information, please contact:
Luis de Oliveira Sampaio
Executive Director of JSMP
E-mail: luis@jsmp.minihub.org
Landline: 3323883

----
JSMP: Arguidu ba kazu violasaun seksual ameasadu ho pena prizaun to'o tinan 15 Komunikadu Imprensa

Periodu           : Janeiru 2011

Edisaun          : 20 Janeiru 2011

Arguidu ba kazu violasaun seksual ameasadu ho pena prizaun  to’o tinan 15

Iha loron 13 Janeiru 2011, Tribunál Distritál Dili halo  julgamentu bá kazu  violasaun seksual  ho númeru prosesu 244/C.ord/2011/TDD. Kazu ne’e diskonfia komete husi arguidu ADS hasoru lezada CDP iha Maumeta, Liqiuca iha loron 20 Juñu  2009.

Julgamentu ba kazu ida ne’e deriji husi juiz koletivu mak hanesan: Dr. João Ribeiro, Dr. João Felgar no mos Dr. Antonio Fonseca. Husi parte Ministériu Públiku, reprezenta husi Dr. Hipolito Exposto no husi parte defeza, reprezenta husi Dra. Marcia Sarmento husi eskritoriu Defensoria Públika.

Diretór JSMP Luis de Oliveira Sampaio haktuir   katak: “violasaun seksual hanesan kazu ne’ebé mak sempre akontese iha sosiedade nia leet. Tanba ne’e relasionadu ho kazu ne’ebé julga dau-daun,  nia husu bá tribunál  atu bele fo sansaun tuir lei ne’ebé mak vigor. Alende ne’e, husu mos bá ministériu públiku hodi halo esforsu hot-hotu ne’ebé posivel  atu asegura faktus relevantes hodi produz  evidénsia ne’ebé adekuadu no forte ba kazu refere.

Bazea ba deklarasaun ne’ebé maka lezada hato’o iha tribunal,  katak kazu ne’e akontese, iha data 20 de Juñu 2009, wainhira arguidu (kolega ho lezada nia maun) bá tobá iha lezada nia uma. Maiz ou menus iha tuku 10.00 ka 11.00 kalan. Wainhira, lezada toba dukur hela, arguidu tama bá ninia kuartu no halo violasaun seksual hasoru nia. Lezada mos deklara katak, iha momentu kazu ne’e akontese  lezada buka meus ka halo esforsu atu hakilar, maibé la bele tanbá arguidu tata nia ibun no hanehan maka’as nia.

Iha parte seluk, wainhira juiz koletivu lê akuzasaun ba argidu, arguidu rezeita totalmente akuzasaun ne’e no hateten katak akuzasaun hirak ne’e la los. Alende rona deklarasaun husi arguidu no lezada, tribunal mos rona depoimentu husi sasin nain rua.

Ministériu Públiku iha kazu ida ne’e, akuza arguidu ho Artigu 172 Kódigu Penál Timór Léste nian konaba violensia seksual.

Nune’e mos iha alegasaun final, ministériu públiku nafatin mantein nia alegasaun  ho artigu 172 Kódigu Penál ne’ebé maka akuza bá arguidu. Tanba, depois rona tiha deklarasaun no depoimentus husi arguidu, lezada, no testemuña sira, iha duni indisiu sufisiente katak arguidu halo violasaun seksual hasoru lezada.

Depois rona tiha alegasaun final husi ministériu públiku, tribunal fo oportunidade ba parte defeza atu hatan alegasaun ne’e. Kuandu hetan tiha oportunidade ne’e, husi parte defeza kontra akuzasaun ne’e, tanba tuir defeza katak, ministériu públiku la hatudu evidensia ne’ebé mak forte. Nune’e  husu ba tribunal atu absolve arguidu.

Audensia julgamentu hodi rona akórdaun sei kontinua iha loron 28/01/2011 oras tuku 14.00 lorokraik.

Atu hetan informasaun klaru, favor kontaktu;
Luis de Oliveira Sampaio
Direitór Ezekutivu JSMP
E-mail: luis@jsmp.minihub.org
Landline: 3323883

-----
Siaran Pers

Periode           : Januari  2011

Edisi                : 20 Januari  2011

Terdakwa dalam kasus pemerkosaan diancam hukuman 15 tahun penjara

Pada tanggal 13 Januari 2011, Pengadilan Distrik Dili, mengadakan persidangan atas kasus kekerasan seksual dengan  nomor perkara 244/C.ord/2011/TDD.  Kasus ini diduga dilakukan oleh terdakwa berinisial ADS terhadap korban berinisial CDP pada tanggal 20 Juni 2009.

Persidangan atas kasus ini dipimpin oleh hakim majelis/panel antara lain: João Ribeiro, SH,  João Felgar, SH dan Antonio Fonseca SH. Dari Kejaksaan Umum diwakili oleh Hipolito Exposto, SH dan dari pengacara diwakili oleh  Marcia Sarmento, SH dari Kantor Pengacara Umum.

Direktur JSMP, mengatakan bahwa “kasus pemerkosaan adalah kasus yang selalu terjadi di dalam masyarakat. Oleh karena itu, sehubungan dengan kasus yang sedang disidangkan tersebut, Ia meminta kepada pengadilan untuk memberikan sanksi menurut hukum yang berlaku. Lebih lanjut, Ia meminta kepada jaksa penuntut umum untuk melakukan semua upaya yang mungkin untuk memastikan bahwa semua fakta-fakta yang relevan untuk menghasilkan bukti yang memadai dan kuat dalam kasus ini.

Mengacu kepada keterangan yang disampaikan di pengadilan, bahwa kasus ini terjadi pada tanggal 20 Juni 2009, ketika terdakwa (teman dari kakak korban) pergi tinggal di rumah korban, kurang lebih pada pukul 10. 00 atau 11 malam. Ketika korban sedang tertidur pulas, terdakwa masuk ke dalam kamarnya  dan melakukan pemerkosaan terhadap dirinya. Korban juga menerangkan bahwa pada kasus tersebut terjadi korban mencari cara atau berusaha untuk berteriak, namun tidak berdaya karena terdakwa mengigit mulutnya dan menekan korban dengan kuat.

Sementara itu, di lain pihak, ketika hakim majelis membacakan dakwaan jaksa kepada terdakwa, terdakwa membantah secara total keseluruhan dakwaan tersebut, dan mengatakan bahwa dakwaan tersebut adalah tidak benar. Selain mendengarkan keterangan dari terdakwa dan korban penagadilan juga mendengarakan kesaksian dari dua orang saksi.

Jaksa Penuntut Umum dalam kasus ini, mendakwa terdakwa dengan Pasal 172 KUHP Timor Leste, mengenai pemerkosaan.

Demikian juga dalam tuntutan akhirnya, jaksa penuntut umum tetap pada posisinya untuk menuntut terdakwa dengan Pasal 172 KUHP Timor Leste yang telah didakwakan kepada terdakwa. Karena setelah mendengarkan keterangan terdakwa, korban dan kesaksian dari para saksi, diyakini terdapat bukti yang cukup bahwa terdakwa telah melakukan pemerkosaan terhadap korban.

Setelah mendengarkan tuntutan terakhir dari jaksa, pengadilan memberikan kesempatan kepada pihak pengacara untuk menjawab tuntutan jaksa. Setelah mendapatkan kesempatan ini, pihak pengacara membantah semua dakwaan ini, karena menurut pengacara bahwa jaksa penuntut umum, tidak bisa menunjukan bukti yang kuat. Dengan demikian meminta kepada pengadilan untuk membebaskan terdakwa.

Persidangan untuk pembacaan putusan akhir pengadilan akan dibacakan pada tanggal 28/01/11, pada pukul 14.00 sore hari.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...